Tapi karena kamu berhenti bukanya. Tiga hari semangat, minggu depan lupa.
Kantong nggak minta dibuka. Dia nunggu di WhatsApp yang tiap hari kamu buka.
Nggak ada format yang harus dihafal.
Dibaca sendiri. Kamu tinggal pilih kategorinya.
Nggak usah buka apa-apa buat tahu sisa duit.
Semua yang masuk lewat chat langsung kelihatan rapi di web. Nggak perlu ngerekap apa-apa.
Satu angka besar yang jujur. Masuk dan keluar bulan ini di bawahnya.
Kategori mana yang paling nguras, lengkap sama persentasenya.
Pasang targetnya, Kantong yang ngitung kapan kekumpul.
Nggak ada paket bertingkat. Pilih mau bayar bulanan atau tahunan.
Nggak. Nyatetnya lewat WhatsApp yang udah ada di HP kamu. Web-nya cuma buat lihat rekap, dibuka dari browser.
Rp35.000 per bulan, atau Rp100.000 kalau ambil tahunan — setara Rp8.300 sebulan. Fiturnya sama, cuma beda cara bayar.
Bisa. Yang bulanan tinggal nggak dilanjut, yang tahunan berlaku sampai masa langganannya habis. Catatanmu tetap bisa diunduh.
Catatanmu cuma buat kamu. Foto struk nggak disimpan — dibaca angkanya, terus dibuang. Semua catatan bisa kamu unduh atau hapus kapan aja.
Sebelum kecatat, Kantong selalu nunjukin apa yang dia pahami dulu. Salah? Ketik ulang yang benar, yang lama nggak jadi kecatat.
Iya, itu pintunya. Nyambunginnya sekali, lewat satu kode.
Daftar, sambungin WhatsApp, terus ketik pengeluaran pertamamu. Dua menit.
Mulai sekarang →